Ada yg bertanya, siapakah pemuda sejati? mereka yg berkata:
inilah aku, bukan inilah bapak ku
tapi ada sedikit wacana, yah tentang ke indonesian. sesekali bacalah buku2 tulisan ato datang ke forum budaya, emha ainun najib ( di daerah bantul setiap malem 17 saban bulan), jamin dah, kau akan tersenyum dan arif melihat saudara2mu di indonesia. ya, orang indonesia, saudaraku, masih tersenyum ketika kerasnya dunia memiskinkan mereka.
tanpa pengaman, bahkan sambil mengisap rokok, mereka memasang kabel2 sutet yg berbahaya ato membangun tower petronas. begitulah. contoh dari kasus ini hanya satu dari betapa unik , walo sedikt naif, orang2 indonesia, saudara2ku sendiri.
Bagi sebagian orang mendengkur itu bunga tidur. Padahal, mendengkur dapat menyebabkan masalah kesehatan
Hidayatullah.com--Kebanyakan orang menyangkal bahwa mereka mendengkur ketika tidur. IlustrasiKalaupun mendengkur, mereka merasa tidak terganggu. Namun, dalam beberapa kasus mendengkur dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Suara dengkuran ditimbulkan oleh hidung dan tenggorokan, terutama bagian yang lunak, yang bergetar ketika kita menghidup maupun mengeluarkan udara. Di malam hari, otot-otot yang berada di sekitar saluran nafas menjadi lebih kendur sehingga saluran udara menjadi lebih sempit dan lebih mudah bergetar yang menyebabkan munculnya suara dengkuran.
Beberapa faktor yang bisa memperparah dengkuran yaitu:
· Alkohol atau obat tidur, keduanya menjadikan otot lebih kendur.
· Kelebihan berat badan, yang menyebabkan tekanan pada saluran pernafasan.
· Demam, flu, alergi, polip di hidung, hidung yang patah / rusak, sehingga harus bernafas melalui mulut.
· Merokok, perokok beresiko dua kali lebih besar daripada bukan perokok sebab saluran nafas mereka sering terbakar dan tertutup.
· Tidur dengan posisi terlentang.
Dengkuran yang keras bisa menggangu pasangan, teman dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka mungkin akan menjauhi, dan menghindari Anda.
Dengkur mengganggu PasanganAnda mungkin juga menderita obstructive sleep apnoea, di mana otot yang kendur menutup saluran nafas ratusan kali dalam semalam di saat tidur. Sehingga Anda tidak bisa bernafas dan pasokan oksigen dalam tubuh terhalang.
Dalam jangka pendek hal ini menyebabkan seseorang mudah lelah di siang hari, gampang marah dan resah. Hal itu dapat memperbesar resiko kecelakaan ketika Anda mengendarai kendaraan bermotor.
Dalam jangka panjang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, serangan jantung dan stroke.
Bagaimana Pengobatannya?
Beberapa hal yang dapat mengurangi masalah dengkuran Anda:
· Hindari mengkonsumsi alkohol
· Pertahankan berat badan ideal Anda
· Ketika tidur, posisikan kepala lebih tinggi dari tempat tidur
· Tidur dengan posisi miring
· Usahakan hidung Anda selalu bersih. Gunakan obat-obatan yang direkomendasikan dokter jika Anda mengidap suatu penyakit. Bagi penderita yang sudah parah, operasi mungkin diperlukan, misal untuk menghilangkan polip, mengencangkan otot pernapasan yang kendur, meluruskan hidung yang bengkok dan lainnya. [bbc/zeal/www.hidayatullah.com]
Gerontologi berasal dari Geros = lansia dan logos = ilmu
Gerontologi : Ilmu yang mempelajari ttg faktor-faktor yg mengenai lanjut usia (lansia)
Menurut Miller, gerontologi merupakan cabang ilmu yg mempelajari proses manua dan masalah yg mungkin terjadi pada lansia.
Gerontologi keperawatan : Ilmu yang mempelajari keperawatan pada lansia
Tujuan keperawatan gerontik: Meningkatkan umur harapan hidup, yang dipengaruhi oleh 4 hal antara lain:
majunya pelayanan kesehatan (yankes)
menurunnya angka kematian bayi dan anak
perbaikan gizi dan sanitasi
meningkatnya pengawasan terhadap penyakit infeksi
Geriatri berasal dari Geros = lansia dan Ketri = kesehatan
Geriatri : Cabang ilmu kedokteran / medis yg mempelajari aspek-aspek klinis, preventis, maupun terapeutik bagi klien.
Geriatrik ners : Spesialis keperawatan lansia yg dpt menjalankan perannya pada tiap tatanan pelayanan dengan menggunakan pengetahuan, keahlian, dan keterampilan merawat untuk meningkatkan fungsi optimal lansia secara komprehensif.
Tujuan Geriatrik:
1)mempertahankan derajat kesehatan para lansia pada taraf yg setinggi-tingginya shg terhindar dari penyakit / gangguan
2)memelihara kondisi kesehatan dengan aktivitas-aktivitas fisik dan mental
3)merangsang para petugas kesehatan utk dpt mengenal dan menegakkan diagnosa yg tepat dan dini, bila mereka menjumpai kelainan tertentu
4)mencari upaya semaksimal mungkin, agar para lansia yg menderita suatu penyakit atau gangguan masih dapat mempertahankan kebebasan yg maksimal tanpa perlu suatu pertolongan
5)bila para lansia tidak dapat tersembuhkan dan bila mereka sudah sampai pada stadium terminal, ilmu ini mengajarkan untuk tetap memberikan bantuan yang simpatik dan perawatan dengan penuh perhatian.
Tipologi Lanjut Usia:
Tipe lansia yang paling menonjol :
(1)tipe arif dan bijaksana
(2)tipe mandiri
(3)tipe tidak puas
(4)tipe pasrah
(5)tipe bingung
Mitos tentang Lansia dan Kenyataannya:
mitos kedamaian dan ketenangan
Kenyataan :
a)sering ditemui stress karena kemiskinan dan berbagai keluhan serta penderitaan karena penyakit
b)depresi
c)kekhawatiran
d)paranoid
e)masalah psikotik
mitos konservatisme dan kemunduran
-konservatif
-tidak kreatif
-menolak inovasi
-berorientasi ke masa silam
-merindukan masa lalu
-kembali ke masa kanak-kanak
-susah berubah
-keras kepala
-cerewet
mitos berpenyakitan
Lansia dipandang sebagai masa degenerasi biologis yang disertai oleh berbagai penderitaan akibat bermacam penyakit yang menyertai proses manua.
mitos semilitas
Lansia dipandang sebagai masa pikun yang disebabkan oleh kerusakan bagian otak
mitos tidak jatuh cinta
Lansia tidak lagi jatuh cinta dan gairah terhadap lawan jenis tidak ada atau sudah berkurang
mitos aseksualitas
Ada pandangan bahwa pada lansia, hubungan seksual itu menurun, minat, dorongan, gairah, kebutuhan dan daya seks berkurang
mitos ketidak produktifan
Lansia dipandang sebagai usia tidak produktif
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketua-an:
1)herediter/ genetik/ keturunan
2)makanan
3)status kesehatan
4)pengalaman hidup
5)lingkungan
6)stress
Batasan-Batasan Lansia:
WHO : Lansia dibagi 4:
1.usia pertengahan (middle age) : 45-59 th
2.lansia (elderly) : 60-74 th
3.lansia tua (old) : 75-90 th
4.sangat tua (very old) : >90 th
Prof. DR. Ny. Sumiati Ahmad Muhammad:
masa setengah umur : 45-60 th
masa lansia / senium : 65 th ke atas
Dra. Ny. Josmasdani dengan 4 fase:
1)fase iuventus : 25-40 th
2)fase verilitas : 40-50 th
3)fase frasenium : 55-65 th
4)fase senium : 65-tutup usia
UU no.13 tahun 1998:
Lansia pada seseorang berusia 60 tahun ke atas
Usia digolongkan atas 3:
usia biologis
Usia yang menunjuk pada jangka waktu seseorang sejak lahirnya berada dalam keadaan hidup
usia psikologis
menunjuk pada kemampuan seseorang untuk mengadakan penyesuaian-penyesuaian pada situasi yang dihadapinya
usia sosial
usia yang menunjuk pada peran-peran yang diharapkan / diberikan masyarakat kepada seseorang sehubungan dengan usianya.
Kesan pertama melihat RSJ Tampan Pekanbaru adalah RSJ yang asri dengan hijau nya halaman Rumah sakit. Sempet terfikir bisa nggak bertahan dinas di RSJ ini? Bagaimana bisa harus bergaul dengan orang-orang yang tidak bisa berfikir normal 100 %.
Aku dinas selama 3 minggu dari tanggal 2 Feb '09 mpe 21 Feb'09. Minggu pertama diisi dengan perkuliahan di ruang pertemuan RSJ. Dengan pemateri yang kompeten di bidangnya. Kuliah dimulai dari jam 08.00-14.00 WIB. Banyak ilmu yang aku dapatkan dari seminggu kuliah tsb, yang hingga pada akhirnya aku pun memutuskan untuk menjadi PERAWAT JIWA. Sempet aku binggung akan kemana aku setelah lulus kuliah? karena terus-terang aku tidak minat menjadi seorang perawat di RS biasa.
Seminggu kuliah pun sudah dijalani, akhirnya implementasi ke pasien juga. Dag-dig-dug perasaan nggak karuan. masuk ke ruangan "aroma therapy" tercium dari sel-sel pasien. bau amis, busuk, pesing dll tercium. Membuat aku susah untuk menelan air ludah. Sebau-bau nya gangren atau luka combustio yang pernah aku cium masih bisa aku tahan. Tapi mencium bau yang datang dari badan dan sel-sel mereka membuat aku nggak nafsu makan (untuk sesaat).
Aku punya pasien kelolaan. Namanya Tn. F umurnya 42 tahun dengan diagnosa resiko halusinasi dan resiko perilaku kekerasan. Hari pertama berkenalan dengan beliau. Memang agak susah, karena aku belum tahu sebab musabab dia ke RSJ ini. Aku perkenalkan diri tidak lupa berjabat tangan dengan beliau. Alhamdulillah, hingga hari ini dia begitu merespon apa yang aku ucapkan. Lucu memang mengajarkan pasien-pasien dengan gangguan jiwa seperti mengajari seorang balita. Bedanya klo pasien gg. jiwa kita harus berhati-hati karena bisa tiba-tiba dia melakukan tindakan kekerasan pada kita.
Aku ingat kalimat salah satu pemateri kuliah lapangan bu Zaibah namanya. Beliau berkata bahwa ketertarikan nya dia bekerja sebagai perawat jiwa adalah dengan melihat pasien gg.jiwa menjadi ladang introspeksi diri. Aku pun membuktikan apa yang diucapkan oleh beliau. Begitu tinggi kepedulian di antara mereka, mereka sopan pada orang lain (pada pasien yg sudah kooperatif).
Pengalaman yang tidak bisa dilupakan. Bagi ku dinas di RSJ merupakan salah satu obat jiwa bagi ku. Walau suntuk karena tidak boleh kemana-mana di Pekanbaru ini, tapi setelah bertemu dengan mereka stres ku hilang. tidak pernah hilang ketawa dari bibir ini. Boleh lah lama-lama di RSJ biar awet muda :D he...he....
Setelah 3 minggu dinas di RSOB sekarang giliran dinas di RSUD. Dinas di RSUD ini* hanya 6 hari dengan jadwal dinas yg berantakan / sengaja dipadet-padetin *. Untuk semester ini tingkat III praktek di RSUD hanya di ruang kebidanan saja. Pengalaman yang cukup menarik bagi aku.
Hari pertama dinas, kita mahasiswa tingkat III dikejutkan dengan kabar kalo acara serah terima mahasiswa dengan pihak RSUD diundur sampe jam 10.00 pagi. Padahal, kita semua sudah siap-siap dari jam 06.30 pagi. Ya sudah lah kita semua nunggu di RSUD itu kira-kira 3 jam.
Lebih aneh lagi jadwal dinas kami belum dibuat sama sekali oleh koordinator praktek kami. Jadi, saat itu pula lah sang Dosen buat jadwal dinas dengan terburu-buru di depan sebuah kantin.
Mahasiswa tingkat III yang praktek sekarang berjumlah 28 org. Dengan jadwal dinas hanya 3 shift: pagi, sore, malam. Jadi membagi orang per shift adalah 28 : 3 = 9,3. Jadi dalam satu shift itu beranggotakan 9 orang. dengan daya tampung ruangan yang tidak seberapa besar. ditambah lagi mahasiswa kebidanan UNIBA tingkat II dan III praktek di ruang kebidanan, bertambah sesaklah ruangan VK (ruangan khusus persalinan) dengan para mahasiswa.
Lucunya dengan mahasiswa yang banyak, justru tak satu pun pasien yang datang untuk partus normal*.
Jadi paling kegiatan kami melipat kasa, melipat handscoen, buat tampon, ngobrol-ngobrol, buat askep, atau bolak-balik ke ruang perawatan nifas untuk melihat infuse. Hingga hari ke-5 hanya 3 orang yang partus (dalam shift ku).
Ini hanya sebagian kecil cerita aneh yang aku alami di RSUD. Sudah 5 semester dan 3 Rumah Sakit + 1 Puskesmas aku jalani, baru kali ini aku jumpa tempat pelayanan kesehatan yang tidak ada pasiennya sama sekali. Bagus juga sebagai bahan penelitian J he..he… Ada Apa Dengan RSUD “……..” ??
Sengaja aku posting karena ada rasa ingin berbagi cerita yang belum tentu dialami juga oleh teman-teman ku di manapun engkau berada.
Jadi pengen ke Palestine,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, mungkin di sana aku lebih berguna ?!?
RSUD ini* : letak Rumah Sakit nya tidak bisa disebutkan.
berantakan / sengaja dipadet-padetin * : habis dinas malam sambung dinas sore jadi istirahat cuma 4 ½ jam dengan mata masih mengantuk. padahal jadwal yang normal seharusnya habis dinas malam sambung dinas malam atau libur. terus untuk dinas sore sambung dinas pagi, padahal kalo normalnya dinas sore sambung dinas sore lagi atau malam.
Tabel Lama Shift
SHIFT
WAKTU
Pagi
Sore
Malam
07.00 – 14.30
13.00 – 21.30
20.00 – 08.30
Tabel Jadwal Dinas Nova
Senin
Selasa
Rabu
Kamis
Jum’at
Sabtu
Nova
S
M
M
S
P
P
Ket: P = Pagi
S = Sore
M= Malam
partus normal* : Melahirkan secara normal / no saecar
Sudah 11 hari aku praktek di RS Otorita Batam, sedih rasanya jarang gabung ma temen2 KAMMI.Banyak moment yang terlewatkan. Aksi di jalan yang tdk bisa aku ikuti krn bentrokan dengan jadwal dinas pagi,, mabit yg tdk bisa krn berbenturan juga dengan jadwal dinas sore. Hanya sekali aku bisa ikuti BAKSOS dlm rangka milad KAMMI komsat Btm yg pertama. walau mata masih mengantuk, badan capek-capek karena baru pulang dinas malam, aku sempet kan untuk hadir (walau telat datang). Karena rasa kangen untuk berkumpul dengan saudara-saudara ku ....... rasa kangen untuk menyumbangkan tenaga, fikiran, ide bagi dakwah di KAMMI. hhhhh...... waktu praktek ku masih lama untuk di RS. Lebih krg masih 2 bulan lagi. Aaaaaaaaaaaaa......... aku nggak suka situasi seperti ini. I HATE HOSPITAL!!!!!
Semakin tinggi suatu pohon semakin kencang pula angin yang menerpanya. Mungkin kondisi seperti inilah yang tengah kami alami. Dulu sewaktu wajihah ini baru terbentuk dan hanya beranggotakan 8 orang saja, wajihah ini dapat membuat kita bersatu, saling membantu, saling mendukung, selalu ada pengorbanan tanpa berharap pamrih dan tidak pernah muncul ”penyakit pergerakan”. Tapi sekarang, hampir setiap minggu para aktivis ini terjangkit virus hati. Ada yang marah, merajuk (ngambek), pengen ke luar dari organisasi etc. Padahal merekalah ujung tombak dari pergerakan ini. Merekalah yang akan diikuti, diteladani oleh calon aktivis yang notabene haus akan keteladanan.
Jika aku coba inget kembali, kesimpulan sementara yang bisa aku dapat adalah “belum dewasanya mereka dalam menanggapi masalah”. Semua berasal dari masalah sepele, salah paham, miscommunication, su’udzon , serta cepat mengambil kesimpulan. Berita, informasi, opini yang diterima tidak mau diklarifikasi ulang (tabayun), langsung saja ditelan bulat-bulat. Jika semua rangkaian cerita kehidupan ini kita landaskan pada apa yang kita lihat saja, dunia akan terlihat sangat sempit dan tindakan-tindakan kita bakal terbatas hanya pada kesimpulan yang prematur tersebut. Tindakan kita merupakan cermin bagaimana kita memandang dunia ini. Harun Yahya pernah mengatakan, semua yang kita lihat atau semua yang kita tangkap melalui indra kita adalah sebuah hasil dari sinyal-sinyal elektron. Maksudnya, apa yang kita makan, bau yang kita cium, bunyi yang kita dengar, belum tentu nyata. Karena apa yang ditangkap oleh indra kita hanyalah sinyal-sinyal.
Materi yang aku dapatkan beberapa minggu yang lalu dalam liqoat adalah tentang manhaj tabayun. dalam materi itu membahas sikap yang harus ada pada setiap kader. salah satunya adalah menjauhi su’udzon dan memasyarakatkan khusnudzon di kalangan ikhwah . Allah berfirman ”Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap diri mereka sendiri, ...” (QS. An-Nur: 12). K.H Abdullah Gymnastiar juga pernah menyampaikan carilah 1001 alasan untuk tidak berburuk sangka pada orang lain. Karena kita tidak tahu apa-apa yang sedang di alami oleh orang lain.
Dalam buku Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah yang ditulis oleh Fathi Yakan berisi bahwa konflik internal termasuk penyakit paling gawat, dan faktor penyebab kelemahan serta ’alat perusak’ yang dapat menghancurkan setiap pergerakan. Masih isi dalam bukunya, sebab-sebab munculnya konflik internal : - Lemahnya pimpinan dalam mengendalikan barisan dan mengatur berbagai urusan. - Adanya tangan-tangan tersembunyi dan kekuatan eksternal yang sengaja mengobarkan fitnah - Perbedaan watak dan kecenderungan antar anggota yang disebabkan oleh ketidak singkronan antara tarbiyah dan lingkungan - Persaingan untuk mendapatkan kedudukan atau posisi struktural maupun politis - Tidak adanya komitmen pada kebijakan, kaidah-kaidah serta prinsip-prinsip pergerakan, ketidaktaatan, pada keputusan jajaran pimpinan, dan munculnya sikap-sikap infiradi (mengabaikan sistem syuro’) - Kosongnya aktifitas dan mandulnya produktivitas, padahal keduanya seharusnya menjadi kesibukan satu-satunya para aktivis dakwah dan pengurus tenaga mereka. Jadi ingat dengan satu ungkapan “Anggota tubuh kita ini aktif dan sibuk, jika dia tidak disibukkan dengan hal-hal yang besar maka dia (baca:tubuh) akan sibuk dengan hal-hal yang kecil”.
Meminjam satu asumsi dari teori Roger manusia diciptakan dengan karakteristik dan keunikan tersendiri. Misalnya dalam hal sifat dan emosi. Mereka semua unik, tidak ada yang sama sifat serta emosinya. Ada yang reaktif, ada yang menggampangkan urusan, ada yang suka mendam perasaan, tapi ada juga yang suka blak-blakan Itulah sekarang yang berusaha aku pelajari. Memperhatikan sifat, kebiasaan, hal yang disukai dan tidak disukai oleh mereka. Lalu mencoba memahami karakteristik mereka. Memang aku lebih banyak gagalnya dalam mengimplementasikan apa yang ingin aku lakukan. Tapi, aku tidak pernah mau putus mencoba. Bertanya dengan yang sudah berpengalaman, ya tu yang saat ini bisa aku lakukan. Aku tahu Allah akan menilai proses yang aku jalani bukan hasil yang aku raih. Wallahu a’lam bisshawab.
3 hari yang lalu teman-temanku menyakan dua pertanyaan serupa dalam waktu yang berbeda.Pertama yang mereka tanyakan adalah kemana saja aku selama 3 minggu ini nggak ke kampus? Pertanyaan kedua entar kalo wisuda pake baju apa? dandanan ku kayak mana?
Kurang lebih sudah 3 minggu aku tidak nampang muka di kampus, selain karena bahan kuliah sudah habis jadi tinggal nunggu UAS ja. Juga karena aku nggak betah lama-lama di kampus itu. Kenapa? kayaknya nggak perlu dijelaskan pada sesi ini deh! Dan mengenai pertanyaan kedua. Respon pertama yang aku tunjukan ke mereka adalah senyum-senyum ja tanpa berkata apa-apa. Mereka tahu jenis pakaian apa yang biasa aku gunakan. Mereka tahu aku tidak pernah pakai celana (kecuali dalam perkuliahan dan praktek), tidak pernah pakai baju ketat dan transparan serta jilbab ku selalu menjulur panjang ke bawah. Sangat berbeda dengan pakaian yang biasa mereka kenakan. Makanya mereka bertanya mengenai pakaian apa yang akan aku kenakan saat wisuda. Secara kakak-kakak senior ku memakai kebaya yang super ketat, seksi, and so pasti ribet amat kalau dibawa untuk berjalan apalagi dibawa lari. BENER nggak? Soal dandanan mereka menyindir dengan mengatakan ” pasti Nophe nggak ber make-up”. Jelas saja mereka mengatakan itu karena diantara semua temen satu angkatan hanya aku yang nggak pernah pake pelembab bibir, eye shadow, apalagi lipstik. Jangankan aksesoris muka itu aku pake’, lha bedak dan hand and body ja jarang aku pake’. kalo lagi mood atau lagi nggak terburu-buru ja baru pake’ itu. Lumayan kan bisa menghemat untuk jangka waktu yang lebih lama :p
Aku jadi ingat dengan kata-kata dari seorang kakak yang juga teman satu liqo’ku, beliau mengatakan bahwa ada dua kondisi dimana banyak akhwat yang ”jatuh” pertama saat mereka diwisuda dan saat mereka menikah. Jatuh di sini maksudnya terperangkap antara mengikuti dandanan sesuai syariat ato dandanan sesuai syarat (syarat : ya harus cantik, harus tebal, harus beda, harus.....) dan kebanyakan ya dandan sesuai syarat. Terpaksa mengikuti kehendak orang tua, terpaksa mengikuti temen-temen karena takut dibilang udik, pucat, ato jelek ma yang lain, serta beragam alasan lain yang muncul.
Ini adalah permainan yg bisa menentukan siapa diri kita dan dari golongan otak yang mana. Silahkan isi dengan tanda positif (+) pd poin yg menggambarkan diri kamu dan tanda negative (-) bila tdk sesuai dengan diri kamu pada pada kotak di sebelah kanan.
Total:
Untuk otak kanan
-tanda positif - tanda negatif = …… buah
Untuk otak kiri
-tanda positif - tanda negatif = …… buah
Keterangan:
a)Jika skor akhir yg kamu peroleh adalah lbh besar otak kanan dari pada otak kiri : kamu memiliki kemampuan berfikir secara kreatif dgn lbh baik, cenderung lbh emosional, sll berimajinatif, merenungkan kejadian2 yg luar biasa, dan kamu sangat cocok bekerja sbg seniman, desainer, dan artis.
b)Jika skor akhir nya lbh besar otak kiri dari pada otak kanan: kamu memiliki kemampuan berfikir secara logis, sistematis, obyektif, biasanya cerdas tapi agak kurang kreatif dan selalu statis. walau begitu kamu sangat cocok bekerja di bidang sains, kedokteran, ilmuwan, akuntan dll
c)Bila kedua skor dari otak kamu nilainya sama, baru kamu orang yg jempolan dan berpotensi untuk jadi apa saja yg kamu inginkan, tapi kamu kudu serius untuk mengasah kedua kemampuan otak kamu itu. kamu akan tahu nantinya kalau kerja kedua belah otak itu seimbang bila dihadapkan pada setiap pekerjaan seperti apapun. orang-orang yg jenius kreatif seperti Einstein adalah dari golongan ini.
Aku : “ Aw. Bu pa kabar? SELAMAT HARI PGRI YA BU….” Guru : “ Baik, biasa aja lagi. Kan hari guru itu setiap hari “ Itu SMS yang aku kirimkan pada guru SMA ku. Jawaban cerdas ! aku suka! Guru ku yg satu ini memang beda dari yang lain. Aku dan temen SMA pernah membuat fans club untuk guru ini. Alasan kita membentuk itu adalah karena kita suka dengan cara beliau mengajar, beliau cerdas. Mungkin ini tidak cukup mewakili rasa terima kasih ku pada beliau. Tapi, yang jelas ilmu yg sdh kami terima dan kami amalkan insya Allah akan menjadi amal jariyah yg tidak akan pernah putus bagi Ibu. Yang jelas aku ingin mengatakan bahwa ” AKU SAYANG BANGET SAMA IBU, DAN TIDAK PERNAH TERBERSIT SEDIKIT PUN UNTUK MENYAKITI HATI IBU.......”
Ku tujukan pada bu Desi Yanti Ibu angkat ku Love U.....
Sekarang ku punya rutinitas baru. yaitu setiap malam sms-in kader KAMMI dan “calon” kader KAMMI. Isi sms nya kalimat-kalimat motivasi, nasehat dan juga menanyakan kabar mereka hari itu. Biasa karena ini permintaan ”pak ketua” dan temen dari KP. Banyak respon yang aku terima dari mereka, khususnya dari “calon” kader KAMMI. Pasti kalimat sms pertama yg dikirim, ”maaf ni sypa?”. Duh! males banget membales pertanyaan itu. kenapa? menurut ku itu tidak penting. Karena diakhir sms selalu ku ketik ”kaderisasi KAMMI Batam”. Itu sudah mewakili siapa diri ku. ujung-ujungnya mereka bertanya ”tinggal di mana?”, ” Kuliah di mana?” dsb. Untuk menyetop pertanyaan mereka ku kirim sms ”kamu akan tahu sendiri, klo ikut DM I nanti! wass”. Memang kelihatan kurang ramah, tapi klo nggak diputus pertanyaan nya bisa-bisa stock pulsa cepat HABIS. Maaf ya dek.... he..he.. :].
Moment Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang tepat jatuh pada tanggal 12 November 2008 tidak begitu saja dilewatkan oleh kader KAMMI Komsat Batam yang kuliah di Akademi Keperawatan Mitra Bunda. Mereka membagikan Vitamin C kepada mahasiswa dan dosen sebanyak 44 buah sesuai dengan HUT HKN yang ke-44. Sebagai mahasiswa AKPER yang nantinya akan terjun ke masyarakat, kita tidak bisa menutup mata dengan begitu banyaknya kasus kesehatan. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat merupakan tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Apalagi ditambah dengan adanya slogan “Menuju Indonesia Sehat 2010” apakah kita bisa mencapainya? wallahu’alam bis shawab