Selasa, Desember 09, 2008

pertanyaan dari temen-temen kampus

3 hari yang lalu teman-teman ku menyakan dua pertanyaan serupa dalam waktu yang berbeda.Pertama yang mereka tanyakan adalah kemana saja aku selama 3 minggu ini nggak ke kampus? Pertanyaan kedua entar kalo wisuda pake baju apa? dandanan ku kayak mana?

Kurang lebih sudah 3 minggu aku tidak nampang muka di kampus, selain karena bahan kuliah sudah habis jadi tinggal nunggu UAS ja. Juga karena aku nggak betah lama-lama di kampus itu. Kenapa? kayaknya nggak perlu dijelaskan pada sesi ini deh! Dan mengenai pertanyaan kedua. Respon pertama yang aku tunjukan ke mereka adalah senyum-senyum ja tanpa berkata apa-apa. Mereka tahu jenis pakaian apa yang biasa aku gunakan. Mereka tahu aku tidak pernah pakai celana (kecuali dalam perkuliahan dan praktek), tidak pernah pakai baju ketat dan transparan serta jilbab ku selalu menjulur panjang ke bawah. Sangat berbeda dengan pakaian yang biasa mereka kenakan. Makanya mereka bertanya mengenai pakaian apa yang akan aku kenakan saat wisuda. Secara kakak-kakak senior ku memakai kebaya yang super ketat, seksi, and so pasti ribet amat kalau dibawa untuk berjalan apalagi dibawa lari. BENER nggak? Soal dandanan mereka menyindir dengan mengatakan ” pasti Nophe nggak ber make-up”. Jelas saja mereka mengatakan itu karena diantara semua temen satu angkatan hanya aku yang nggak pernah pake pelembab bibir, eye shadow, apalagi lipstik. Jangankan aksesoris muka itu aku pake’, lha bedak dan hand and body ja jarang aku pake’. kalo lagi mood atau lagi nggak terburu-buru ja baru pake’ itu. Lumayan kan bisa menghemat untuk jangka waktu yang lebih lama :p

Aku jadi ingat dengan kata-kata dari seorang kakak yang juga teman satu liqo’ku, beliau mengatakan bahwa ada dua kondisi dimana banyak akhwat yang ”jatuh” pertama saat mereka diwisuda dan saat mereka menikah. Jatuh di sini maksudnya terperangkap antara mengikuti dandanan sesuai syariat ato dandanan sesuai syarat (syarat : ya harus cantik, harus tebal, harus beda, harus.....) dan kebanyakan ya dandan sesuai syarat. Terpaksa mengikuti kehendak orang tua, terpaksa mengikuti temen-temen karena takut dibilang udik, pucat, ato jelek ma yang lain, serta beragam alasan lain yang muncul.

Rabu, Desember 03, 2008

ta'aruf dgn Diri Sendiri

Ini adalah permainan yg bisa menentukan siapa diri kita dan dari golongan otak yang mana.
Silahkan isi dengan tanda positif (+) pd poin yg menggambarkan diri kamu dan tanda negative (-) bila tdk sesuai dengan diri kamu pada pada kotak di sebelah kanan.

Total:

* Untuk otak kanan

- tanda positif - tanda negatif = …… buah

* Untuk otak kiri

- tanda positif - tanda negatif = …… buah

Keterangan:

a) Jika skor akhir yg kamu peroleh adalah lbh besar otak kanan dari pada otak kiri : kamu memiliki kemampuan berfikir secara kreatif dgn lbh baik, cenderung lbh emosional, sll berimajinatif, merenungkan kejadian2 yg luar biasa, dan kamu sangat cocok bekerja sbg seniman, desainer, dan artis.

b) Jika skor akhir nya lbh besar otak kiri dari pada otak kanan: kamu memiliki kemampuan berfikir secara logis, sistematis, obyektif, biasanya cerdas tapi agak kurang kreatif dan selalu statis. walau begitu kamu sangat cocok bekerja di bidang sains, kedokteran, ilmuwan, akuntan dll

c) Bila kedua skor dari otak kamu nilainya sama, baru kamu orang yg jempolan dan berpotensi untuk jadi apa saja yg kamu inginkan, tapi kamu kudu serius untuk mengasah kedua kemampuan otak kamu itu. kamu akan tahu nantinya kalau kerja kedua belah otak itu seimbang bila dihadapkan pada setiap pekerjaan seperti apapun. orang-orang yg jenius kreatif seperti Einstein adalah dari golongan ini.

Selasa, November 25, 2008

untuk mu guru ku




Aku : “ Aw. Bu pa kabar? SELAMAT HARI PGRI YA BU….”
Guru : “ Baik, biasa aja lagi. Kan hari guru itu setiap hari “
Itu SMS yang aku kirimkan pada guru SMA ku. Jawaban cerdas ! aku suka!
Guru ku yg satu ini memang beda dari yang lain. Aku dan temen SMA pernah membuat fans club untuk guru ini. Alasan kita membentuk itu adalah karena kita suka dengan cara beliau mengajar, beliau cerdas. Mungkin ini tidak cukup mewakili rasa terima kasih ku pada beliau. Tapi, yang jelas ilmu yg sdh kami terima dan kami amalkan insya Allah akan menjadi amal jariyah yg tidak akan pernah putus bagi Ibu.
Yang jelas aku ingin mengatakan bahwa ” AKU SAYANG BANGET SAMA IBU, DAN TIDAK PERNAH TERBERSIT SEDIKIT PUN UNTUK MENYAKITI HATI IBU.......”


Ku tujukan pada bu Desi Yanti
Ibu angkat ku
Love U.....

Sabtu, November 15, 2008

Semoga Menjadi Amal

Sekarang ku punya rutinitas baru. yaitu setiap malam sms-in kader KAMMI dan “calon” kader KAMMI. Isi sms nya kalimat-kalimat motivasi, nasehat dan juga menanyakan kabar mereka hari itu. Biasa karena ini permintaan ”pak ketua” dan temen dari KP. Banyak respon yang aku terima dari mereka, khususnya dari “calon” kader KAMMI. Pasti kalimat sms pertama yg dikirim, ”maaf ni sypa?”. Duh! males banget membales pertanyaan itu. kenapa? menurut ku itu tidak penting. Karena diakhir sms selalu ku ketik ”kaderisasi KAMMI Batam”. Itu sudah mewakili siapa diri ku. ujung-ujungnya mereka bertanya ”tinggal di mana?”, ” Kuliah di mana?” dsb. Untuk menyetop pertanyaan mereka ku kirim sms ”kamu akan tahu sendiri, klo ikut DM I nanti! wass”. Memang kelihatan kurang ramah, tapi klo nggak diputus pertanyaan nya bisa-bisa stock pulsa cepat HABIS. Maaf ya dek.... he..he.. :].

Jumat, November 14, 2008

Hari Kesehatan Nasional ke-44


Moment Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang tepat jatuh pada tanggal 12 November 2008 tidak begitu saja dilewatkan oleh kader KAMMI Komsat Batam yang kuliah di Akademi Keperawatan Mitra Bunda. Mereka membagikan Vitamin C kepada mahasiswa dan dosen sebanyak 44 buah sesuai dengan HUT HKN yang ke-44.
Sebagai mahasiswa AKPER yang nantinya akan terjun ke masyarakat, kita tidak bisa menutup mata dengan begitu banyaknya kasus kesehatan. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan sehat merupakan tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Apalagi ditambah dengan adanya slogan “Menuju Indonesia Sehat 2010” apakah kita bisa mencapainya? wallahu’alam bis shawab